Indonesia World Youth, Optimisme?

http://hariansinggalang.co.id/indonesia-world-youth-optimisme/#more-43304

SETELAH 29 TAHUN KE KANADA (7)

 Shofwan Karim —

Setelah delay delapan jam, ketika sedikit badai salju berkurang dalam suhu minus 16 derjat celcius, kami terbang dari Charlottetown, Provinsi Prince Edward Island ke Montreal, Provinsi Quebeg. 

Pesawat kecil berbaling-baling jet-turbo-propeller itu mendarat terguncang kuat. Ketika hal itu saya ceritakan kepada Rita S. Krakas, dia tertawa renyah. “Musim winter ini cuaca dan udara tak bisa diprediksi dengan tepat,” katanya.

Ada dua sesi lagi tugas delegasi Kemenpora kali ini. Pertama berdiskusi dengan Presiden dan Direktur-direktur di Canada World Youth (CWY) di Kantor Pusat, Monteal ini untuk pengembangan program ke depan.

Kedua, kunjungan kehormatan kepada Dubes RI di Ottawa sakaligus mohon dukungan untuk pengembangan program ke depan itu.
Tentu saja suasana batin saya agak sedikit sendu ketika menginjakkan kaki di kantor yang sekarang. Sepertinya kantor ini sudah sangat berubah dibandingkan 29 tahun lalu. Orang-orang yang ada sudah berubah sama sekali. Hampir tidak ada lagi pejabat 1980-1985 yang tersisa. Bahkan Pendiri CWY Senator Jacques Hebert yang lahir 1923 wafat pada 2007.

Dialah tokoh pendiri dan Presiden CWY yang disebut sebagai manusia penuh gagasan dan aksi (the man of ideas and action). Sebagai President dia tetap dari 1971 sampai 2007 tetapi Chairman of The Board berganti-ganti setiap priode.
Sekarang, adalah President ke-2, Rita S. Karakas yang sekaligus menjabat sebagai CEO setelah yang ke-1 sebelumnya, Iris Almeida Co’te4.

Visi dan misi setelah 40 tahun pun bergeser sedikit bahasanya dengan tidak mengubah filosofis. Dulu pembangunan masyarakat internasional bersifat umum. Sekarang visi menjadi suatu bayangan dan gambaran keterlibatan warga global untuk berbagi tanggungjawab untuk kesejahteran semua manusia di planet bumi ini.

Misi juga ada pergeseran. Dulu pelayanan dan pembangunan masyarakat serta kerjasama internasional, pertukaran budaya dan pendidikan bahasa. Sekarang adalah meningkatkan kemampuan masyarakat dan terutama pemuda untuk aktif dalam pembangunan, menciptakan masyarakat yang harmonis yang berkelanjutan.

Untuk mencapai visi dan misi itu ada beberapa prinsip nilai yang dipegang. Nilai integritas di dalam semua hubungan, kemitraan dan transaksi apa pun dengan kejujuran, transparan, dan interaksi yang berkeadilan.
Lalu pemberdayaan bagi setiap pemangku kepentingan dengan suasana dan kemampuan untuk menjadi innovator dan memfasilitasi pelaksanaan insiatif baru dalam mempromosikan visi dan misi itu.

Menghormati dan memastikan berlakunya keadilan bagi semua orang dengan latar belakang yang beragam, realitas dan budaya , dalam belajar memahami dan meng hormati satu sama lain, dalam pemahaman bahwa semua manusia adalah saling bergantung pada lingkungan kehidupan sosial, budaya dan alam-lingan secara keseluruhan.

Tak kurang pentingnya adalah akuntabilitas dalam memastikan tindakan dan perilaku yang bertanggung jawab, bersikap jujur pada nilai-nilai dalam semua hubungan sesama dalam kebijakan dan keputusan-keputusan.

Untuk komitmen lima tahun yang berakhir 2014, ada dua program yang sedang dan akan ditambah dua lagi akan berlangsung. Setelah intu nanti di akhir 2014 akan ada komitmen baru untuk melanjutkan 5 tahun berikutnya 2015-2020.
Dari 2009 sampai 2013, program itu terdiri dari Youth Leaders in Action Volunteer, seperti sudah diuraikan terdahulu dan Post YLA Volunteer.

Direncanakan tahun ini akan ada, ada lagi. Yaitu Global Leaners dan pertukaran pemuda dan siswa yang berkampuan khusus. Diantaranya mereka yang berkeadaan tuli, bisu dan buta (tuna-rungu, tuna-wicara dan tuna-netra).
Untuk pengembangan 2015-2020, Rita S. Karakas menawarkan program yang lebih strategis lagi di mana CWY akan bermitra secara lebih kompherensif dengan Indonesia sehingga diharapkan ada institusi yang setara dan namanya diharapkan adalah Indonesia World Youth.
Mengapa? Karena menurut Presiden dan CEO, CWY ini, Indonesia sangat potensial berperanan di dalam pembinaan pengembangan dunia global terutama dari kaca mata kepemudaan.

Beliau yag sudah 30 tahun bergerak di lapangan civil society sebelum di CWY, melihat bahwa generasi muda Indonesia cukup terdidik di tengah-tengah kemajuan negeri di Asia dan Afrika. Penduduk usia muda di Indonesia sangat besar dan sangat potensial.
Kelas menengah Indonesia yang semakin bertambah signifikan. Keamanan yang mantap. Ekonomi tumbuh amat signifkan dari GNI (Gross National Income) tahun 2002 yang baru 2590 sekarang menurut catatan Januari 2012 sudah mencapai 4530 US Dollar.
Selama penanggulangan korban Tsunami di Aceh Desember 2004, hampir sepanjang tahun itu (9 bulan) nyonya yang berimigrasi ke Kanada pada usia 9 tahun ini dari Armenia, ikut aktif bersama puluhan negara di dunia berkiprah membantu.
Ia menganggap kebangkitan Indonesia sangat potensial untuk merangsang dunia lainnya. Indonesia adalah negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Pemahaman Islam di sini cukup kompatibel dengan demokrasi dan moderasi sehingga Indonesia merupakan contoh negara paling demokratis sekarang ini di tengah kebebasan pers dan civil society yang amat berarti. (bersambung)

Image

 

 

 

 

 

Diterbitkan oleh Home of My Thought, Talk, Writing and Effort

Mengabdi dalam bingkai rahmatan li al-alamin untuk menggapai ridha-Nya.

%d blogger menyukai ini: