Khittah 12 Langkah Tahun 1938 Tetap Relevan

Serial Esai  Muhammadiyah Menghadapi 2024 (2) Khittah 12 Langkah Tahun 1938 Tetap Relevan Oleh Shofwan Karim ​ Pada awalnya khittah  berarti garis atau langkah. Dalam kaitan itu esai ini  memahami khittah artinya garis besar perjuangan. Dalam khittah terkandung konsepsi  perjuangan yang merupakan tuntunan, pedoman, dan arah dari persyarikatan Muhammadiyah. Dalam muhammadiyah khittah merupakan landasan filosofisLanjutkan membaca “Khittah 12 Langkah Tahun 1938 Tetap Relevan”

Mencontoh Tokoh Strukrtural dan Kultural Muhammadiyah ?

Esai Muhammadiyah Menghadapi 2024 (1) Mencontoh Tokoh Strukrtural dan Kultural Muhammadiyah ? Oleh Shofwan Karim Tiba-tiba masuk surat ke PWM. Diiringi WA ke saya.  Assalamu’alaikum Wr.Wb Bang? Sehubungan dengan keinginan kami untuk maju sebagai Aggota DPD RI pada pemilu 2024, maka selaku kader kami ingin bersilaturrahim untuk mendapatkan do’a restu, nasehat dan arahan dari PWMLanjutkan membaca “Mencontoh Tokoh Strukrtural dan Kultural Muhammadiyah ?”

Melawan Sinisme Proklamator Hatta, Korupsi sebagai Budaya

Melawan Sinisme Proklamator Hatta, Korupsi sebagai Budaya Shofwan Karim Minggu, 04 September 2022 – 10:39 WIB Shofwan KarimKetua Umum Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau (YPKM) Ketua PWM dan Dosen Pascasarjana UM Sumbar SUDAH lama wacana kebudayaan terpinggirkan. Keadaan itu semakin hari tergusur oleh riuh-rendah wancana politik dan sarut marut ekonomi global, regional, dan nasional. Meskipun politik dan ekonomiLanjutkan membaca “Melawan Sinisme Proklamator Hatta, Korupsi sebagai Budaya”