Etika Agama dan Pariwisata

Etika Agama Dalam Pembangunan Pariwisata Oleh Shofwan Karim  Abstract:Islamic religion has covered complete system of theology, ritualistic, ethic and social affairs. Islamic ethic could become and have a high role in the development of tourism. Without Islamic ethic, tourism will faraway or contradictory to Indonesian nation and state’s pilosophy what so called five prinsipleLanjutkan membaca “Etika Agama dan Pariwisata”

Cita-cita Politik dan Pluralitas Mohammad Natsir

Oleh Shofwan Karim Sejak zaman kelasik sampai era moderen, pemikiran Islam tentang kenegaraan secara teoretis, menurut Munawir Sjadzali (1990) terpilah kepada tiga aliran. Pertama, Islam bukanlah semata-mata agama dalam pengertian Barat, hanya menyangkut hubungan antara manusia dan Tuhan, lebih dari itu Islam adalah suatu agama yang sempurna dan lengkap yang menyangkut segala aspek kehidupan manusia,Lanjutkan membaca “Cita-cita Politik dan Pluralitas Mohammad Natsir”

WCRP VI Riva del Garda Italia 1994

Pemimpin Agama Mesti Kekang Kekuatan Negatif Riva del Garda, Minggu, Mdk/Ant Mantan Perdana Menteri (PM) Jepang, Yasuhiro Nakasone mengingatkan para pemimpin umat beragama membantu mengekang kekuatan negatif yang dapat menghancurkan keharmonisan umat sedunia dengan menggunakan elemen- elemen positif yaang masih dimiliki umat beragama. Berbicara dalam Sidaang Umum ke VI World Conferention Religion and Peace (WCRP)Lanjutkan membaca “WCRP VI Riva del Garda Italia 1994”

Indonesia: Pluralism and the Fatwa Against Pluralism

Indonesia: Pluralism and the Fatwa Against PluralismDiana L. Eck I spent ten days in late August in Indonesia at the invitation of the U.S. State Department, giving lectures and participating in public forums in connection with the translation of A New Religious America into Indonesian (Amerika Baru Yang Religius, published by Pustaka Sinar Harapan). MyLanjutkan membaca “Indonesia: Pluralism and the Fatwa Against Pluralism”

Pluralitas Sosio-kultural

Pluralitas Sosio-kultural Oleh Shofwan Karim PendahuluanMasyarakat majemuk atau masyarakat plural dapat dipahami sebagai masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok dan strata sosial, ekonomi, suku, bahasa, budaya dan agama. Di dalam masyarakat plural, setiap orang dapat bergabung dengan kelompok yang ada, tanpa adanya rintangan-rintangan yang sistemik yang mengakibatkan terhalangnya hak untuk berkelompok atau bergabung dengan kelompokLanjutkan membaca “Pluralitas Sosio-kultural”