News

Kontrol Sosial Harus Dijaga

 

Senin, 06 Oktober 2008

Padang, Padek— Kendati bulan Ramadhan telah berlalu, bukan berarti kontrol sosial di tengah masyarakat juga berlalu. Terkadang kepekaan sosial masyarakat lebih tinggi selama bulan Ramadhan. Ini dibuktikan dengan tingginya kepedulian dan sikap tolong-menolong selama Ramadhan.

Pesan itu disampaikan Gubernur Gamawan Fauzi di hadapan ribuan masyarakat yang akan menunaikan Shalat Idul Fitri di Halaman Kantor Gubernur, Selasa (1/10) lalu. Kendati, pagi harinya cuaca sedikit mendung, namun masyarakat terlihat berbondong-bondong memadati Halaman Kantor Gubernur, Jalan Sudirman serta Halaman Gubernuran.

Di kawasan tersebut puluhan pengemis atau peminta-minta juga sudah terlihat berjejer sembari mengadahkan tangan dan tempat sedekah. Kontras terlihat, di tengah ribuan jemaah yang mengenakan pakaian rapi, para peminta-peminta ini datang dengan pakaian lusuh. Umumnya pengemis tersebut tidak sendirian. Biasanya, si pengemis di temanin oleh orang lain. Bahkan, juga terlihat seorang pemuda yang sepertinya tidak ada kekurangan atau cacat  apapun menemani si pengemis yang buta untuk meminta-minta. 

“Memontum Idul Fitri menjadi kekuatan besar untuk kemajuan Sumbar. Karena kita semua sudah melalui Ramadhan, maka kontrol sosial ini tetap harus dijaga,” kata Gubernur sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri.

Terlebih lagi kata Gubernur saat ini masalah-masalah besar di Sumbar belum sepenuhnya tuntas. Mulai dari persoalan kemiskinan dan pengangguran. Dua masalah ini menjadi persoalan besar yang tidak mudah diselesaikan dalam waktu singkat.

“Oleh karena itu, dengan sikap kepedulian kita dan tolong menolong itu mari kita bersama-sama membangun Sumbar dan menyelesaikan persoalan yang ada saat ini,” kata Gamawan lagi.

Tepat pukul 08.00 WIB, shalat Idul Fitri dimulai. Shalat dua rakaat ini diimami oleh H Rafles. Usai shalat Idul Fitri, khatib Shofwan Karim Elha memberikan ceramahnya dengan judul Revitalisasi Kesalehan Individual dan Sosial.

Dalam kesempatan itu, Shofwan menyampaikan sejumlah pesan. Diantaranya, revitalisasi tersebut dilakukan dengan tetap berbagi rezeki, menahan amarah, pemaaf bertanggung jawab sebagai kalifah, senantiasa bersyukur, kesholehan indivual dan sosial, menyesuaikan ibadah dengan perilaku, keseimbangan hubungan dengan Allah dan manusia, revitalisasi shalat dalam perilaku, menghindari kemungkaran publik, menjaga amanah, selalu berperilaku baik dan jujur.

Open House

Usai pelaksanaan shalat Idul Fitri berjamaah, Gubernur mengelar open house di Gubernuran. Gubernur mengelar open house selama dua hari.

Hari pertama open house dimulai pukul 10.00 WIB. Berbeda dengan di Jakarta, open house di Gubernuran tidak disesaki oleh masyarakat yang ingin mendapatkan uang dari Gubernur. Pada hari pertama open house diperuntukan untuk semua unsur Muspida di jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar.

Mulai dari Kapolda, Kejati, Sekprov, DPRD Sumbar dan lainnya. Di hari yang sama, pada pukul 14.00 WIB, Gubernur bersama Wakil Gubernur Marlis Rahman serta Sekprov bersilahturahmi ke kediaman Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy.

Di hari kedua, open house diperuntukan bagi bupati/walikota dan semua unsur muspida di jajaran kabupaten/kota. Pada hari kedua ini juga terbuka untuk masyarakat serta tokoh masyarakat dan lainnya. Pukul 16.00 WIB, open house di Gubernuran sudah terlihat sepi. Tak banyak tamu yang bersilahturahmi dengan Gubernur. (afi)

 http://www.padangekspres.co.id/content/view/19634/104/

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: