Shofwan Karim Family Curriculum Vitae | News About Shofwan Karim Family Curriculum Vitae

 

3. SK

Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elha, BA, MA., / 195212121985031003. Pekerjaan: Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang; Rektor UMSB ; Komisaris PT. Semen Padang. 3. Pangkat/Golongan: Pembina (IV/a) Lektor Kepala Pengampu MK Perkembangan … Read more

Shofwan Karim Family Curriculum Vitae | News About Shofwan Karim Family Curriculum Vitae

.:( IICLABOR ):.

 DSC01729


This summary report of the most fundamental aspects of International Islamic Federation of Labor and includes preliminary definitions about the importance of the Union and its objectives and areas of work and future directions, based on the realities of this report:

Systems, International Islamic Federation to work on 22 December 2009 and a workshop on project "University Work" capital of the Kingdom of Morocco in Rabat. And have participated in the workshops, the heads of trade unions and members of the Federation of Malaysia, Morocco, Lebanon

The first laws of history that the United advance work and perseverance it down and then collapse when replaced by the luxury, convenience and reliance on others. The work is not just a concept or a slogan or a speech, but is the basis for ad valorem system fully suspect

International Islamic Federation of Action is an international independent, non-governmental organization, was founded to represent the labor force for the people of the Muslim countries of all faiths, beliefs and origins, in order to defend their interests and the interests of their people and nation, and toured

International Islamic Federation of the work of organizing workshops, "University of the open labor"

Thinker Nasr Aref writes about the work culture and cultural advancement of the nation

Strategic directions of the Federation of International Islamic Action

International Islamic Federation of the work .. an independent international body to represent the labor force for the people of the Muslim countries of all faiths and beliefs and their origins

About Us
Our conference
Updates
Basic Law
Strategic Directions
Membership
Literature on trade union
Organs of the Union



January 2010
12/1/2010

Development Jihad – by Gamal al-Banna

The great cause of the Islamic countries is the "development", which remedied underdevelopment that is the greatest challenge facing us .. For many years the Union International Islamic idea to work

Dr. Samir Bodenar writes about the "current challenges to the security of the community"

What you know can be observed movement of the world economy accelerated in the development of new structures of production, does not give the central importance of human beings, not keen on his status as the basis and the first conditions for development

International Federation of the Islamic Action welcomes the accession of non-Islamic organization to

Permissible for non-Muslim to join the Union as long as it believes in its mission and undertake to respect the constitution, and not in this paradox because Islam came after the other monotheistic religions it recognizes

IICLABOUR Tél:              +212537712065        +212537712065 Fax: +212537710974 E-mail: iicl@menara.ma

create widespftGPP

.:( IICLABOR ):.

Memilih Rektor IAIN IB dan Tiga Agenda – Windows Live

 Bersama.Dr.SaidKhaledElHassan

March 05

Memilih Rektor IAIN IB dan Tiga Agenda

Komentar SINGGALANG:
Memilih Rektor IAIN IB dan  Tiga Agenda
Oleh Shofwan Karim
    Syahdan, bila tidak ada aral melintang, insya Allah
hari ini (2/11), Rektor baru IAIN IB Padang akan
terpilih. Siapapun orangnya, agaknya Menteri Agama
tidak akan terpengaruh lagi oleh berbagai hal di luar
koridor “demokrasi” untuk mengusulkan nama yang akan
ditetapkan Presiden RI sebagai Rektor. Sesuai
pengembalian formulir kesediaan dan telah disyahkan
Panitia, telah terseleksi tiga nama : Prof Dr.
Sirajudin Zar, MA, dan Dr. Makmur Syarif, SH, MA serta
Prof. Dr. Yahya Jaya, MA.  Penulis berani
memprediksi, bahwa di antara ketiganya, dengan tidak
mengurangi rasa hormat kepada nama terakhir, maka
nama pertama dan kedua, akan amat ketat bersaing .
    Pagi ini, ketiga mereka menyampaikan Visi dan Misi
dan Strategi Umum Rancangan  Kerja Rektor IAIN IB
2006-2010.  Setelah itu,  hari ini juga,  menurut
rencana Panitia, langsung diadakan pemilihan oleh 40
orang anggota  Senat Institut. Siapa pun yang
terpilih, rasanya tidak terlalu penting lagi. Tulisan
mengenai hal itu sudah disampaikan dalam Komentar
Singgalang 18/10 lalu. Bahwa tokoh yang dibutuhkan
adalah yang secara individual kuat dalam leadership
dan manajemen serta  memiliki kharisma  rekonsiliatif.
    Yang menjadi renungan penulis lagi, apa yang menjadi
agenda utama kepemimpinan baru IAIN IB itu menurut
kondisi IAIN IB dewasa ini. Tentu saja secara gamblang
baru diketahui hari ini dalam  bentangan Visi dan Misi
di hadapan  sivitas akademika dan diskusi atau dialog
yang niscaya berlangsung sengit. Diperkirakan, visi
dan misi ketiganya tidak akan berbeda jauh amat.
Apalagi kalau lebih kepada yang bernuansa  normatif,
tidak perlu diragukan lagi, ketiganya akan relatif
sama unggulnya.
Namun secara pragmatis, menurut pengamatan Penulis,
paling tidak ada tiga agenda yang amat mendesak.
Pembenahan internal, hubungan eksternal dan memperkuat
jati diri IAIN sebagai perguruan tinggi Islam di
Minangkabau  yang disegani . Biasanya dalam visi IAIN
IB yang lama adalah pusat keunggulan (center of
excellence) .  Ketiganya harus dijalankan  secara
simultan dan ketiganya menjadi prioritas.
Pembenahan internal, menyangkut administrasi dan
menajemen akademik, modernisasi teknologi  proses
belajar mengajar dan pemanfaatan teknologi-infomasi
serta perluasan dan instensitas kepustakaan
konvensional dan digital.
Hubungan eksternal,  di antaranya peningkatan volume
dan intensitas kerja sama lokal, nasional dan
internasional. Ini amat penting untuk mendukung
Rencana Induk Pengembangan IAIN IB ke depan. Apakah
akan tetap menjadi IAIN atau bergerak menjadi UIN.
Ingat, di Sumbar sudah ada 2,  STAIN Bukittinggi dan
Batusangkar yang mulai berpacu cukup  progresif.
Selama ini IAIN IB sepenuhnya tergantung  pendanaan
dari APBN melalui biaya yang amat terbatas dari
alokasi pendidikan tinggi agama Islam melalui Depag RI
pusat. Itupun memerlukan lobi tinggi yang amat
intensif yang terkesan selama ini masih belum optimal.
Lebih dari itu, belum pernah terpikirkan untuk
melakukan terobosan seperti IAIN Jakarta sebelum
menjadi UIN melalui Bappenas RI mendapat bantuan dari
Islamic Development Bank, beberapa tahun lalu 250 juta
dollar US dan sekarang UIN Pekanbaru mendapat 300
milar Rupiah. Ini amat erat kaitannya dengan
pengembangan kampus yang konon sudah mulai dinegosiasi
oleh Prof. Dr. Maidir Harun, Rektor lama dengan Pemko
Padang  yang disebut-sebut berlokasi di Air Dingin
pinggir kota Padang seluas 200 hektar.
Selanjutnya memperkuat jati diri IAIN yang disegani,
memerlukan kerja intelektual dan emosi dan kepekaan
intuisi kepemimpinan yang canggih pula . Misalnya
untuk menjadikan pusat keunggulan yang terbilang di
kawasan Sumatera. Hubungan yang telah terbina dengan
beberapa perguruan tinggi di Malaysia dalam kajian
keislaman sosial, budaya dan kemasyarakatan harus
dievaluasi dan ditingkatkan menjadi pihak inisiator
dan produsen bukan semata-mata konsumen intelektual.
Dan untuk yang ketiga ini, tak kalah pula pentingnya
melalukan respon strategis-konstruktif dan
introspektif terhadap tuduhan miring dari kalangan
yang menamakan diri kaum “salafi” dan penegak syariat
Islam di daerah ini yang menuding IAIN IB adalah
sarang “sipilis” (sekuler, pluralis dan liberalis) .  
Ketiga agenda tadi tidak bisa diserahkan hanya kepada
seorang yang menang hari ini sebagai Rektor tetapi
oleh semua komponen IAIN IB. Itu harus digerakkan oleh
Tim Kepemimpinan yang solid, di samping rektorat, juga
dekanat dan lembaga serta para dosen dan guru besar di
institut ini. Akan halnya Pemerintah Provinsi, Kota
dan Kabupaten Se-Sumbar, tentulah bisa memberikan
dukungan optimal, bila kemimpinan IAIN IB benar-benar
kompetens dan kapabel dalam merajut komunikasi dan
relasi potensi menjadi peluang untuk kemajuan.***
shofwankarim@yahoo.com

2:40 PM | Blog it | www.hariansinggalang.co.id

Memilih Rektor IAIN IB dan Tiga Agenda – Windows Live

International Visitor Leadership Program , USA , 2005 (14) – Windows Live

Washington, DC. 

March 05. International Visitor Leadership Program , USA , 2005 (14)

Harian Umum SINGGALANG (14) :

Guantanamo , Kunjungan SBY dan Lion Air-Boeing

Oleh Shofwan Karim, Ketua PWM Sumbar,

International Visitor Leadership Program , USA , 2005

Kemarin, Kamis Sore di Seattle atau Jum’at dinihari di Padang, Wolf Blitzer, reporter TV Cable News Network (CNN) secara live menayangkan konferensi pers insiden Guantanamo (Gt). Brigjen Jay Hood dari militer dan jubir Pentagon Lawrence menyatakan bahwa tidak ada bukti yang kridibel tentang terjadinya kesalahan perlakuan terhadap al-Qur’an. Oleh karena itu CNN membuat lebel bahwa kebijakan dalam menyelidiki kasus penistaan terhadap al-Qur’an dilakukan dengan hati-hati dan tepat .

Lima orang tertuduh dalam kasus di Teluk Guantanamo (Gt), Kuba itu telah diintrogasi. Insiden itu diekspose oleh Majalah Newsweek pekan kedua Mei lalu dan kemudian berita itu ditarik. Dari kelima tahanan sementara diperoleh informasi yang masih simpang siur. Tertuduh petugas (sipir) penjara dalam hal ini tidak mengaku telah memasukkan ke lobang toilet atau istilah di sini flushing al-Qur’an into toilet. Di antaranya mengatakan ada lembaran al-Qur’an milik penghuni yang lepas.

Penjara ini yang disebut Penjara Anti Teror Militer Amerika ini sepertinya khusus diperuntukkan kepada Veteran Thaliban, Afghanistan dan beberapa tersangka terorisme terkait apa yang disebut Al-Qaida atau Osama Ben Laden. Oleh Amnesty International dalam laporan yang diumumkan di London, kemarin, Sekjennya Irene Khan mengatakan perlakuan buruk terhadap para tahanan di Gt sama dengan “Gulag”, penjara Rusia yang ganas di rezim komunis dulu. Investigasi terhadap kasus pelecehan al-Qur’an yang telah menghebohkan dunia Islam di atas tadi, tampaknya sangat serius. Sejak kejadian 9 Mei lalu, dilaporkan terjadi demo massa di berbagai negara Islam mengakibatkan beberapa korban dan cedera fisik.

Di tengah situasi gaung media yang demikian, kini Presiden Susilo Bambang Yudoyono datang berkunjung ke Washington , DC dan kemarin bertemu Presiden Geroge W Bush di Oval Office. The Seattle Times (ST), Surat Kabar Harian terkemuka di kota besar utama Negara Bagian Washington pantai barat Amerika tak luput menulis tentang SBY .

Foto SBY, terpampang di halaman utama bisnis ST, di bawah judul, “ Boeing strikes deal for new jet”. Walaupun berita itu tentang pembelian pesawat baru Boeing oleh Perusahaan Penerbangan Indonesia Lion Air yang disebut penerbangan ongkos-murah (low-cost carrier), Dominic Gates, ST arerospace reporter juga menulis kunjungan kenegaraaan SBY ke Amerika.

Dikatakan, SBY Presiden negara mayoritas Muslim terbesar di dunia itu, mau meningkatkan hubungan dengan AS dan memperluas kerjasama militer dengan militer . Di dalam pikiran penulis, kunjungan SBY tentulah ada makna stategisnya. Di antaranya, tentu saja tidak terkait dengan soal Gt, tetapi dalam rangka meningkatkan hubungan kedua negara dalam arti yang lebih luas. Masuk bulan ke tujuh (20/10/2004-26/5/2005) pemerintahannya, tentu saja SBY ingin Indonesia berubah. Salah satu faktor yang tak bisa dibantah tentulah hubungan dengan negara-negara besar di dunia. Di antaranya yang sangat berpengaruh adalah Amerika. Masa Suharto, Gus Dur dan Mbak Mega telah dipengaruhi situasi nasional, regional dan global yang naik turun. Hubungan antar negara tampaknya tak ubah hubungan manusia, harus dihangatkan terus. Agaknya, itu yang diupayakan SBY kini. *** shofwankarim@hotmail.com

International Visitor Leadership Program , USA , 2005 (14) – Windows Live

International Visitor Leadership Program , USA , 2005 (14) – Windows Live

Washington, DC. 

March 05. International Visitor Leadership Program , USA , 2005 (14)

Harian Umum SINGGALANG (14) :

Guantanamo , Kunjungan SBY dan Lion Air-Boeing

Oleh Shofwan Karim, Ketua PWM Sumbar,

International Visitor Leadership Program , USA , 2005

Kemarin, Kamis Sore di Seattle atau Jum’at dinihari di Padang, Wolf Blitzer, reporter TV Cable News Network (CNN) secara live menayangkan konferensi pers insiden Guantanamo (Gt). Brigjen Jay Hood dari militer dan jubir Pentagon Lawrence menyatakan bahwa tidak ada bukti yang kridibel tentang terjadinya kesalahan perlakuan terhadap al-Qur’an. Oleh karena itu CNN membuat lebel bahwa kebijakan dalam menyelidiki kasus penistaan terhadap al-Qur’an dilakukan dengan hati-hati dan tepat .

Lima orang tertuduh dalam kasus di Teluk Guantanamo (Gt), Kuba itu telah diintrogasi. Insiden itu diekspose oleh Majalah Newsweek pekan kedua Mei lalu dan kemudian berita itu ditarik. Dari kelima tahanan sementara diperoleh informasi yang masih simpang siur. Tertuduh petugas (sipir) penjara dalam hal ini tidak mengaku telah memasukkan ke lobang toilet atau istilah di sini flushing al-Qur’an into toilet. Di antaranya mengatakan ada lembaran al-Qur’an milik penghuni yang lepas.

Penjara ini yang disebut Penjara Anti Teror Militer Amerika ini sepertinya khusus diperuntukkan kepada Veteran Thaliban, Afghanistan dan beberapa tersangka terorisme terkait apa yang disebut Al-Qaida atau Osama Ben Laden. Oleh Amnesty International dalam laporan yang diumumkan di London, kemarin, Sekjennya Irene Khan mengatakan perlakuan buruk terhadap para tahanan di Gt sama dengan “Gulag”, penjara Rusia yang ganas di rezim komunis dulu. Investigasi terhadap kasus pelecehan al-Qur’an yang telah menghebohkan dunia Islam di atas tadi, tampaknya sangat serius. Sejak kejadian 9 Mei lalu, dilaporkan terjadi demo massa di berbagai negara Islam mengakibatkan beberapa korban dan cedera fisik.

Di tengah situasi gaung media yang demikian, kini Presiden Susilo Bambang Yudoyono datang berkunjung ke Washington , DC dan kemarin bertemu Presiden Geroge W Bush di Oval Office. The Seattle Times (ST), Surat Kabar Harian terkemuka di kota besar utama Negara Bagian Washington pantai barat Amerika tak luput menulis tentang SBY .

Foto SBY, terpampang di halaman utama bisnis ST, di bawah judul, “ Boeing strikes deal for new jet”. Walaupun berita itu tentang pembelian pesawat baru Boeing oleh Perusahaan Penerbangan Indonesia Lion Air yang disebut penerbangan ongkos-murah (low-cost carrier), Dominic Gates, ST arerospace reporter juga menulis kunjungan kenegaraaan SBY ke Amerika.

Dikatakan, SBY Presiden negara mayoritas Muslim terbesar di dunia itu, mau meningkatkan hubungan dengan AS dan memperluas kerjasama militer dengan militer . Di dalam pikiran penulis, kunjungan SBY tentulah ada makna stategisnya. Di antaranya, tentu saja tidak terkait dengan soal Gt, tetapi dalam rangka meningkatkan hubungan kedua negara dalam arti yang lebih luas. Masuk bulan ke tujuh (20/10/2004-26/5/2005) pemerintahannya, tentu saja SBY ingin Indonesia berubah. Salah satu faktor yang tak bisa dibantah tentulah hubungan dengan negara-negara besar di dunia. Di antaranya yang sangat berpengaruh adalah Amerika. Masa Suharto, Gus Dur dan Mbak Mega telah dipengaruhi situasi nasional, regional dan global yang naik turun. Hubungan antar negara tampaknya tak ubah hubungan manusia, harus dihangatkan terus. Agaknya, itu yang diupayakan SBY kini. *** shofwankarim@hotmail.com

International Visitor Leadership Program , USA , 2005 (14) – Windows Live

%d blogger menyukai ini: