Khittah 12 Langkah Tahun 1938 Tetap Relevan

Serial Esai  Muhammadiyah Menghadapi 2024 (2) Khittah 12 Langkah Tahun 1938 Tetap Relevan Oleh Shofwan Karim ​ Pada awalnya khittah  berarti garis atau langkah. Dalam kaitan itu esai ini  memahami khittah artinya garis besar perjuangan. Dalam khittah terkandung konsepsi  perjuangan yang merupakan tuntunan, pedoman, dan arah dari persyarikatan Muhammadiyah. Dalam muhammadiyah khittah merupakan landasan filosofisLanjutkan membaca “Khittah 12 Langkah Tahun 1938 Tetap Relevan”

Mencontoh Tokoh Strukrtural dan Kultural Muhammadiyah ?

Esai Muhammadiyah Menghadapi 2024 (1) Mencontoh Tokoh Strukrtural dan Kultural Muhammadiyah ? Oleh Shofwan Karim Tiba-tiba masuk surat ke PWM. Diiringi WA ke saya.  Assalamu’alaikum Wr.Wb Bang? Sehubungan dengan keinginan kami untuk maju sebagai Aggota DPD RI pada pemilu 2024, maka selaku kader kami ingin bersilaturrahim untuk mendapatkan do’a restu, nasehat dan arahan dari PWMLanjutkan membaca “Mencontoh Tokoh Strukrtural dan Kultural Muhammadiyah ?”

Para Ketua PWM Sumbar

https://hadinur.net/2020/02/02/ketua-pwm/ Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat Buya Ahmad Rasyid Sutan Mansur adalah Ketua PWM Sumbar ke-4, 1939-1936. Ayah Prof Dr Hadi Nur, Prof. Drs. Nur Anas Djamil, adalah Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat yang ke-21 (1995-2000), dan Prof. Dr. Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) adalah ketua yang ke-5 (1946-1949). No. Nama TahunLanjutkan membaca “Para Ketua PWM Sumbar”